Press "Enter" to skip to content

Hidup Makmur dari Fashion

Pada tahun 2013, Organisasi Fashion Dunia (World Fashion Organization/WFO) membuat satu gebrakan fenomenal dengan membangun kawasan industri fashion di Serpong, Kota Tangeran Selatan, Banten. Tidak main-main, total dana yang digelontorkan mencapai US$2 miliar. Jumlah yang tidak sedikit.

Keinginan WFO ini segera terealisasi berkat kerjasama dengan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Dari serangkaian pembicaraan, lahirlah kawasan industri fashion (fashion city) yang diyakini bisa mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Air.

Hadirnya Fashion City di Serpong akan membantu pertumbuhan IKM diatas 8% setiap tahunnya. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bergairahnya pasar di segmen ini. Jika hal serupa direalisasikan secara merata di Indonesia, bisa dibayangkan dampak positif yang dihasilkan bagi kenaikan produk demostik bruto (PDB) nasional.

Secara kasat mata, mungkin industri ini tidak menjanjikan. Namun, di industri inilah berkumpul orang-orang kreatif yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. Pada tahun 2015 saja, sektor ini mencatat PDB sebesar Rp 200 triliun atau sekitar 30% dari total PDB untuk sektor ekonomi kreatif sebesar Rp600 triliun. Jika dijabarkan, maka industri fashion berkontribusi sebesar 7 persen terhadap PDB nasional dari 15 sektor industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, sepanjang 2007-2011, ekspor fashion Indonesia mengalami tren positif sebesar 12,4%. Tujuan ekspor utama ke Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Hong Kong dan Australia. Industri ini juga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, tercatat hingga kini 3,8 juta orang bekerja di sektor ini.

Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di 2016 juga menjadi tolak ukur kian pesatnya industri fashion Tanah Air. Apalagi, Indonesia setiap tahun selalu melahirkan desainer-desainer muda yang punya gaya khas. Peluang ini harus dijadikan tolak ukur untuk mewujudkan ASEAN sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Apalagi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal, serta penghapusan tarif bagi perdagangan telah berlaku antar negara ASEAN.

Bagi sebagian besar orang, MEA juga dianggap sebagai momentum yang menjanjikan. Utamanya generasi muda yang punya segudang potensi untuk berkiprah di industri mode tanah air.

Tren Mode Masa Depan

Dokumen SENDALU.com

Industri fashion adalah segmen yang dinamis dan selalu mengikuti arah pasar. Inovasi adalah kunci utama dalam memainkan peran di industri ini. Meski ada banyak peluang di sektor fashion, namun pasarnya bergantung moment. Maka akan ada banyak kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Jika dahulu, industri ini bergantung penuh pada peragakan di fashion show, dimana setelah selesai dipamerkan baju tersebut langsung dijual dan hasilnya dipergunakan untuk produksi selanjutnya, maka alur ini akan banyak berubah di masa mendatang.

Salah satu desainer muda Makassar, Gemala Anjani mengatakan, produsen baju kedepannya akan lebih banyak bermain disegmen ready-to-wear. La Galigo, butik miliknya pun lebih mengutamakan ready-to-wear untuk memenuhi pesanan masyarakat, meski tetap menerima pesanan khusus.

Pertumbuhan industri fashion juga sangat dipengaruhi oleh event-event yang digelar. Makassar sebagai kota terbesar di Indonesia Timur merupakan rujukan utama mode di luar Pulau Jawa. Hal ini dibuktikan dengan kian banyaknya event fashion yang digelar. Keuntungan dari sektor ini memang tidak sedikit, namun pemainnya harus pintar-pintar mengambil peran.

Salah satu segmen pasar fashion yang tumbuh sangat cepat di Indonesia adalah baju muslim atau yang biasa disebut dengan istilah modest fashion. Penunjang sektor ini berkembang karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Keuntungan ini menjadi modal utama untuk mengembangkan fashion muslim Indonesia.

Fashion muslim Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik dari segi bahan baku, keragaman budaya, sumber daya manusia maupun pasar produk. Indonesia juga kaya akan kearifan lokal yang diyakini menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku fashion untuk berkarya.

Kemajuan industri fashion dalam negeri juga tak bisa lepas dari peran serta dan dukungan pemerintah. Salah satu yang dibentuk oleh negara adalah Badan Ekonomi Kreatif yang bisa memudahkan perdagangan fashion Indonesia di luar negeri. Dengan cara tersebut diharapkan dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, karena fashion berkaitan erat dengan sektor pariwisata.

Bagi pelaku industri kreatif, kreativitas adalah mata uang baru di dunia bisnis Indonesia. Salah satunya dengan melihat kiprah fashion Indonesia yang diminati oleh pasar sehingga dapat berkontribusi besar kepada PDB serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.

Pemerintah juga diharapkan mampu merealisasikan dukungannya terhadap strategi dalam cetak biru pencapaian inovasi kreatif dengan menjunjung budaya lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui riset, pembinaan, dan peningkatan kompetensi, serta peningkatan kinerja usaha. Fokus utamanya pada tiga peran penting pemerintah, yaitu penerapan standarisasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.